Rabu, 24 Juni 2009

Single Vendor vs Multi Vendor

Single vendor vs Multi vendor, Mana Yang Lebih Baik?


Pemilihan penggunaan perangkat yang tepat bagi suatu perusahaan merupakan langkah penting yang harus dilakukan, karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan secara umum. Efisiensi dalam operasional perusahaan, peningkatan produktifitas, nilai ekonomis yang tinggi, keamanan dan infrastruktur yang kuat merupakan hal-hal yang dipertimbangkan oleh perusahaan, yang pada saat ini sangat bergantung pada IT( Information Technology).

Pemilihan penggunaan single vendor , yang juga dikenal dengan istilah mono culture ataukah multi vendor, yang dikenal juga dengan hetero culture, masing-masing akan jelas bila pengambil keputusan paham akan kebutuhan perusahaannya. Karena pemilihan tersebut pastilah dengan mempertimbangkan kebaikan dan keburukannya.

Seperti yang kita ketahui, single vendor memiliki kelebihan dalam hal :

· Pengelolaaan dan perawatan yang mudah dipahami dan ditangani

· Pemasangannya/instalasinya lebih mudah, karena berasal dari satu sumber

Tetapi kekurangannya adalah :

· Rentan terhadap serangan virus atau bug, sehinggga bisa merusak seluruh sistem yang ada, yang jika dilihat, lemah dari sisi keamanan jaringan(security network)

· Menyebabkan ketergantungan pada vendor tertentu yang menyediakan perangkat tersebut, sehingga apabila ada kerusakan atau ketidaktersediaan barang akan mengganggu kinerja yang bisa merugikan perusahaan pengguna

Sedangkan bila memilih multi vendor ada beberapa keuntungan/kelebihan yang didapat, yaitu :

· Terbukanya pemilihan perangkat dari spesifikasi teknis yang terbaik dari produk unggulan vendor yang berbeda

· Jika sistem yang ada mengalami masalah, error/failure atau terkena virus maka dapat berpindah menggunakan vendor lain, sehingga lebih cepat tertangani

· Produk yang dihasilkan oleh multi vendor lebih berpeluang untuk variatif, fleksibel, murah sehingga diharapkan memiliki kinerja yang tinggi

Walaupun demikian kekurangannya pun ada, pada multi vendor akan lebih banyak sistem atau perangkat yang harus dimengerti sehingga akan timbul juga masalah interoperabilitas antar vendor yang lebih sulit ditangani, sehingga dalam hal ini, perusahaan pengguna membutuhkan SDM yang handal , yang banyak mengerti berbagai sistem yang ada.

Dari hal-hal diatas, bila kita ingin tekankan pada sisi keamanannya, maka multi vendor lebih berpeluang, mengapa ? karena bila terjadi ‘sesuatu’ akan lebih cepat tertangani karena tidak tergantung dari satu sumber saja, sehingga dari sisi keamanan jaringan lebih terjamin dibandingkan single vendor, walaupun penanganannya lebih rumit, tetapi hal tersebut bisa diatasi dengan banyak belajar dan mengembangkan pengetahuan SDM yang ada.

Referensi/Daftar Pustaka :

1. Budi Rahardjo, “Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet”, PT Insan Indonesia-Bandung dan PT INDOSICS-Jakarta, 1998-2005.

2. Dr.Oliver Vellacot,”Single or Multi-Vendor IP Video CCTV System-Choosing the Right Path”, IndigoVision,Charles Darwin House, The Edinburgh Technopole Edinburgh,(http://www.securityworldhotel.com/2007/ news.asp.htm), Tanggal akses 24 Juni 2009.

3. Tuti Giyani, "Single Vendor vs Multi Vendor ", (tutingiyani.bllogspot.com/2008/9/single-vendor-vs-multi-vendor.html), tanggal akses 24 Juni 2009